bob esponja lar doce abacaxi dublado online dating - Hasrat terpendam memeku yang gatal akhirnya terpuaskan di entot kontol teman suamiku

Pada suatu hari di bulan Juni 2014, suamiku pulang dari kantor memberi tahu bahwa di minggu akhir bulan Juni, minggu depan, dia akan menghadiri penataran wajib dari kantornya. Begitulah, pada hari Minggu, 16 Juni malam aku bersama suami telah berada di restoran Novotel Yogyakarta yang terkenal itu. Secara ala kadarnya aku diperkenalkan dengan teman-teman suamiku yang juga datang bersama istri mereka. Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam syahwatku. Akhirnya karena tak mampu aku menahannya lagi aku merintih. Aku hauss..” Rintihan itu membuat lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bisa kuraih bibirnya. Kehausanku yang tak bisa kubendung membuat aku ingin melumati mulutnya. Aku melumat mulutnya sebagaimana sering aku melumati mulut suamiku saat aku sudah sangat di puncak birahiku. Dan kini aku benar-benar menunggu lelaki itu memasukkan kontolnya ke kemaluanku pula. Lelaki ini sudah langsung menerkam kembali bibirku. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yang sangat longgar. Memahami arti nikmat yang sejati dari peristiwa ranjang. Memang badanku agak lemes sejak aku mendapatkan orgasmeku yang bukan main dahsyatnya tadi. Menjelang jam 1 siang suamiku kembali ke ruang penataran di lantai 2, dan jam 1 lebih 5 menit lelaki itu kembali menelponku, aku nggak menjawab langsung kututup. Masak aku mesti sengaja mengulangi kesalahanku lagi. Dan tanpa bisa kuhindarkan tangan kananku menggerakkan turun handle pintu ini. Dan dengan cepat, sret, tangan lelaki itu cepat menyelip di celah ambang itu. Aku pengin merasakan, bagaimana semprotan hangatnya menyiram langit-langit mulutku. Sesudah yakin semua air maninya telah tertelan dan mengaliri tenggorokanku dia lepaskan bekapan hidungku. Bercumbu di kamar Ronad memberikan rasa lebih aman dan tenang bagiku. Karena waktunya yang 3 hari itu cukup panjang, dia menyarankan aku untuk ambil cuti dari kantorku dan dia ngajak aku ikut serta sambil menikmati suasana kota Yogyakarta dimana penataran itu akan berlangsung. Dalam kerumunan meja besar untuk rombongan suamiku ini kami nampaknya merupakan pasangan yang paling muda dalam usia. Aku sebenar-benarnya berharap karena sudah tidak tahan merasakan badai birahiku yang demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku. Rasanya ingin tanganku meraihnya, namun belum lepas dari ikatan dasi di backdrop ranjang ini. Rasanya ada pisang tanduk gede dan panjang yang sedang dipaksakan untuk menembusi memekku. Dia kini berusaha meruyakkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan kontolnya untuk menguak bibir vaginaku. Demikian membuat aku seakan di atas rakit yang sedang hanyut dalam sungai dalam yang sangat anteng. Dan aku merasakan ada kelegaan sedikit, tak ada nampak bekas-bekas ulah lelaki itu pada bagian-bagian peka tubuhku. Aku kembali merasa ketakutan pada apa yang aku pahami selama ini. “Sebentar, saja zus, perbolehkan aku masuk” Dia tidak menunggu ijinku. Ayoo..” Aku merem saat mulutku sedikit menganga menerima ujung mengkilat-kilat itu, sementara dorongan tangannya membuat gigiku akhirnya tersentuh ujung itu. Dan aku, dan mulutku, dan lidahku, dan hatiku, dan sanubariku, dan akuu.. Aku pengin merasakan rasa pejuh dan spermanya di lidahku. Aku sangat ingin menyaksikan zus yang cantiknya dari ujung kepala hingga ujung kaki menelani air maniku. Sayang..”, aku melihati matanya dan mengangguk kecil. Bahkan aku merasakan, betapa air mani itu juga sangat nikmat rasanya. Aku nggak merasa diburu waktu atau khawatir sewaktu-waktu suamiku muncul di pintu. Di sela-sela waktunya nanti dia akan ajak aku untuk melihat sana-sini di seputar Yogyakarta, antara lain Keraton Yogya yang selama ini belum pernah aku melihatnya. Dan tentu saja aku menjadi perempuan yang termuda dan nampaknya juga paling cantik. Yang akhirnya kulakukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihati kemaluan itu. Selama ini aku pikir kontol suamiku itulah pada umumnya kemaluan lelaki itu. Kemana nikmat dari suamiku yang seharusnya kudapatkan selama ini..?? Lelaki ini langsung mematerikan nilai tak terhingga pada sanubariku. Saat ketemu di siang itu suamiku nampak menunjukkan sedikit prihatin padaku. Dia sarankan aku jalan-jalan ke Molioboro atau tempat lainnya yang tak begitu jauh dari hotel. Kakinya langsung mengganjal pintu dan dengan kaki lainnya mendorong, dia masuk. Akhirnya menerima kontol Ronad menembusi bibirku, menyeruaki mulutku. Aku pengin merasakan bagaimana berkedutnya kontol Ronad dalam mulutku saat spermanya terpompa keluar dari kontolnya. Tetapi ternyata itu lain dengan apa yang terlintas dalam benak, nafsu dan tingkah Ronad. Sampai jam 11.40 kami terus menerus saling mencumbu.

hasrat terpendam memeku yang gatal akhirnya terpuaskan di entot kontol teman suamiku-89

Hasrat terpendam memeku yang gatal akhirnya terpuaskan di entot kontol teman suamiku archaeologie online dating

Dan akhirnya aku tidak bisa begitu akrab dengan para istri-istri yang rata-rata nenek-nenek itu. Cara pandang dan sikap kehidupanku sudah jauh beda dari masa mereka. Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yang sangat tak mampu kulawan. Aku punya ingin menjemputi ribuan lidah dan jari-jari lelaki ini. Aku sendiri sudah demikian kehausan dan tanpa malu lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku tetapi tak juga berhasil. Kombinasi ke-sesakkan karena cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang besar kontol lelaki ini sungguh menyuguhkan sensasi terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. Aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau dan mendesah dan merintih dan mengerang dan.. Lantas mengelusi pantatku, pahaku, meremasi kemaluanku kembali, bibirnya terus melumati bibirku. Dan aku yang memang bersiap untuk “keok” langsung takluk bersimpuh saat tangan ototnya meremasi wilayah peka di selangkanganku. Macam ini sungguh menjadi kelengkapan sensasi perkosaannya padaku yang kedua. Aku didorong oleh kekuatan macam apa ini, saat aku menerima adanya norma baru, yang selama ini merupakan sangat tabu bagiku, dan sangat menjijikkan bagi penalaranku. Cairan kental panas luber menyiprat dan menyemprot-nyemprot langit-langit mulutku. Entah 7 atau 8 kedutan yang selalu diikuti dengan semprotan air mani hangat. Dan pada saat yang bersamaan dengan penuhnya air mani di mulutku, tangannya dengan kuat membekap hidungku. Seperti saat seseorang mencekoki jamu pada anaknya, aku dipaksanya menelan semua air mani yang tumpah dalam mulutku. Menjelang muncrat sesudah gencar memompa kemaluanku dia cabut kontolnya. Dia menciumi dan menusuk-nusukkan lidahnya ke lubang pembuangan taiku. Kenapa kamu selalu memberikan pembelajaran berbagai nikmat sensasional begini macam padaku.. Aku rasakan bagaimana bibir Ronad mengecupi lubang anusku.

Karena paling muda suamiku kebagian kamar yang paling tinggi di lantai 6, sementara teman-temannya kebanyakan berada di lantai 2 atau 3. Aku merasakan lidah-lidah lelaki ini seakan menjadi seribu lidah. Cairan-cairan yang mestinya melicinkanpun belum bisa membantu lancirnya kontol itu memasuki kemaluanku. Dia meludah pada tangannya untuk kemudian menambahi lumuran pelicin pada bibir kemaluanku. Dan sesudahnya dia kembali menyorongkan ujung kontolnya yang dengan serta merta aku menyambutnya hingga.. Dia lumati kudukku yang langsung membuat aku menjadi sedemikian merinding dan tanpa kuhindarkan tanganku jadi erat memegangi tangannya. Rupanya kemaluanku sudah cepat adaptasi, kontol gedenya tak lagi kesulitan menembusi memekku ini. Ah, entah, ini masih bisa disebut sebagai perkosaannya padaku atau sudah menjadi penyelewenganku pada suamiku. Bahkan aku menerima dengan sepenuh hasrat dan nafsu birahiku. Aku gelagapan dan hanya punya satu pilihan agar tidak tersedak. Dengan mengarahkan ujungnya ke mukaku dia kocok dengan tangannya kontolnya. Dia nampak sangat menikmati aroma pantatku itu, sambil kedua tangannya merabai dan kemudian memerasi buah dadaku. Aku rasakan bagaimana hidungnya berusaha menyergapi segala rupa aroma yang menyebar dari pantatku. Tiba-tiba, aku nggak tahu dari mana dia mengambilnya, dia keluarkan borgol.

Bagiku tak ada masalah, bahkan dari kamarku ini aku bisa lebih leluasa melihat Yogyakarta di waktu malam yang gebyar-gebyar penuh lampu warna-warni. Kami bercumbu hingga separoh malam sebelum tidur nyenyak hingga saat subuh datang. Seribu lidah lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yang sangat dalam.. Suatu kali ciuman di kudukku demikian membuat aku tergelinjang hingga aku menengokkan leherku untuk menyambar bibirnya. Lelaki itu rupanya ingin menambah khasanah nikmat seksual baru padaku. Rasanya sudah tak lagi penting buatku yang kini sedang demikian sepenuhnya menikmati kerja lelaki ini pada tubuhku. Aku perhatikan bagaimana kontol itu semakin membengkak dan sangat mengkilat-kilat kepalanya. Aku rasakan bagaimana ludahnya membasahi hingga kuyup seluruh wilayah di seputar analku ini. Aku masih berpikir bahwa dia hendak menusukkan kontolnya ke memekku. Borgol itu borgol besi yang aku sering lihat di TV digunakan polisi saat menangkap maling atau penjahat.

Pagi harinya kami sempat sedikit jalan-jalan di taman hotel yang cukup luas itu untuk menghirup udara pagi sebelum kami sarapan bersama. Seribu lidah lelaki inilah yang menyeretku ke tepian samudra kemudian menyeret aku untuk tertelan dan tenggelam. Bayangan kengerian akan ingkarnya kesetiaan seorang istri menerkam aku. Aku sedang terseret dan tenggelam dalam samudra nafsu birahiku. Dan saat kombinasi lidah yang menjilati selangkanganku dan sesekali dan jari-jari tangannya yang mengelusi paha di wilayah puncak-puncaknya rahasiaku, aku semakin tak mampu menyembunyikan rasa nikmatku. Aku tak tahu kapan dia melepasi celananya, tahu-tahu kontolnya sudah menyodokki kemaluanku dari arah belakangku. Beberapa kali dia membetulkan singkapan gaunku yang menghalangi pompaan kontolnya pada kemaluanku. Aku menyiapkan wajahku untuk menerima terpaan semprotan air maninya. Rupanya Ronad tidak hendak menyanggamai kemaluanku. Dan puncak dari segala puncak ketakutanku akhirnya datang. Aku masih berpikir dan membayangkan nikmat jadi anjing betinanya Ronad. Tangan kiriku direnggut paksa dan diborgolkannya ke kisi-kisi ranjang Novotel. Kemudian dia renggut kembali tangan kananku, dia keluarkan borgol yang kedua untuk memborgolkan tangan kanan ini ke kisi-kisi yang lain.

Aku keluar kamar melangkah di koridor yang panjang untuk menuju lift. Serta dengan menyaksikan diriku sendiri pada cermin yang tepat di mukaku, nafsu birahiku langsung melonjak dan mendorong gelinjangku kembali mendekati orgasmeku yang kedua dalam tempo tidak lebih dari 4 jam ini. Tetapi segala ocehanku langsung bungkam saat bibirnya melumat bibirku. Aku harus memberikan respon yang sebaik dan senormal mungkin. Dan suamiku demikian bernafsu memompakan kontol kecilnya hingga spermanya muncrat. Ronad tertawa pula sambil menggapai tanganku dan diarahkan untuk meremasi kontol itu, “Ayolah, sayang, pegang. Aneh dan gila dan tak pernah mimpi bahwa aku akan secara agresif akan meraih kontol lelaki yang bukan suamiku ini. Dia menyuruh aku untuk jongkok, “Pandangilah, sayang. Aku diminta untuk bersiap-siap menyertai dan mendampingi Ibu Gubernur. Kuciumi tubuhnya, dadanya, ketiaknya, perutnya, selangkangannya.

Bersamaan dengan itu kulihat kamar di depan kamarku pintunya terbuka dan nampak sepintas di dalamnya ada seseorang setengah umur sedang sibuk menulis. Dan saat orgasme itu akhirnya benar-benar hadir, aku kembali berteriak histeris mengiringi naik turunnya pantatku yang demikian cepat. Segala tolakan tanganku langsung luruh saat tangannya memilin pentil-pentilku. Aku merasakan betapa bedanya saat kemaluan suamiku memasuki kemaluanku. Malam itu dia tidur dengan penuh damai dan senyuman. Aku benar-benar bukan lagi diriku sebagaimana yang orang kenal selama ini. Aku tanyakan tepatnya waktu, suamiku menjawab jam 3.20 tepat rombongan akan meninggalkan hotel.

Dia sempat menengok ke arahku sebelum aku bergerak menuju lift. Kontol yang keluar masuk pada lubang kemaluanku nampak seperti pompa hidrolik pada mesin lokomotif yang pernah aku lihat di stasiun Gambir. Segala hindar dan elak tubuhku langsung sirna saat pelukan tangannya yang kekar merabai pinggul dan bokongku. ” langsung musnah saat kombinasi lumatan di bibir, pelukan di pinggul, rabaan pada pantatku merangsek dengan sertaan nafasnya yang memburu. Dia mengulangi awal yang seperti kemarin, merangkul dan memulai dari belakang punggungku, memelukku kemudian menjilati kudukku. Terbayang dan seakan aku merasai kembali legit itu menyesaki memekku. Sementara aku tetap gelisah, terganggu pikiran dan bayang-bayang Ronad. Aku adalah istri yang selingkuh, adalah perempuan penyeleweng. Aku boleh bersiap-siap hingga menjelang jam 3 sore itu. “Udahlah ma, besok kan sudah nyampai di rumah lagi”Kasihan suamiku yang demikian memprihatinkan aku.

Hal yang lumrah di dalam hotel yang tamunya dari segala macam orang dan asal. Dan dia juga tahu, kalau toh kepergokpun, dia tak akan merugi. Lelaki itu juga membantu cepatnya keluar masuk kontolnya. Aku meronta bukan untuk melawan, tetapi meronta karena menerima kenikmatan. Itulah simponi birahi di kamar Novotel di lantai 5 di pagi hari ini, sementara itu, mungkin suamiku sedang asyik berdebat bersama anggota teamnya di lantai 2. Walaupun resah melandaku aku mengiyakan saat suamiku mengajak aku jalan-jalan bersama teman-temannya ke Molioboro. Dia tetap hanya mengira aku kurang sehat dan dilanda rasa bosan. Besoknya, secepat suamiku pergi ke penataran aku sudah tak sabar menunggu pintu. Ketika 30 menit berlalu dan pintu tak ada yang mengetuk, aku nekad. Mungkin suamiku tidak akan naik ke kamar, jadi aku diharapkan telah berada di lobby pada jam tersebut. Bukankah berasyik masyuk dengan Ronad akan jauh lebih mengasyikkan?! Begitulah, aku merasa semakin dikejar keterbatasan. Aku merasa betapa kesempatan berasyik masyuk tinggal sesaat di siang hari ini dan besok di siang hari pula. Besoknya, waktu yang semakin sempit merembet tak mungkin kuhindari. Aku merasakan waktu semakin mendekati habis, semakin menyala-nyala nafsu seksualku.

Jadwal penataran suamiku sangat ketat, maklum disamping setiap session selalu diisi oleh pembicara tamu atau ahli dari Jakarta, juga dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai tingkatan dan wilayah setanah air. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku. Isak tangisku terdiam, berganti dengan desahan dari balik kain yang menyumpal mulutku. Dengan posisi miring serta satu tungkai kakiku dia peluk ke atas, kontolnya menyerbu memekku dan.. Sesudah beberapa lama dalam nikmat posisi miring, diangkatnya tubuhku menindih tubuhnya. Ah, kenapa aku nggak pernah memperhatikan benar selama 2 hari ini. Mungkin karena kepanikanku yang selalu mengiringiku saat jumpa dan bersama dia. Kusaksikan bagaimana batang itu menganguk-angguk setiap semprotan itu muncrat keluar. Aku masih berpikir bagaimana sesak dan legitnya kontol Ronad menusukki kemaluanku dengan cara nungging anjing ini. Tiba-tiba, tanpa kompromi, kontol Ronad didesak-desakkanya ke pantatku. Kucakar tangan dan dadanya, dia pegang tangan-tanganku, kugigit bahunya yang rebah ke wajahku, dia berkelit. Aku langsung dilanda cemas ketakutan yang amat sangat.

96 Comments

  1. So if you want to discover those lecherous depths, then without any hesitation take a look at endless breathtaking pussy-drilling, ass-hammering, mouth-banging, cumshots-shooting and non-stop session!

  2. A guy tells his friend he has just met an amazing woman, beautiful in and out with all the right qualities he has ever wanted. ’ There are tons of women in this world who have no kids and who are marriage material but for some reason, fellas tend to go with the single moms.

  3. Hye is an online community where Armenian singles can find friendship, dating prospects, romance and more, in a safe and relaxed environment.

Comments are closed.